Consciousness alias Kesadaran
Suatu sore, di beranda rumah, saya dan seorang teman duduk2 sambil menikmati ubi goreng dan teh manis hangat. Kawan saya bercerita pengalamannya di suatu daerah terpencil.
“Suatu sore saya diundang ke rumah salah seorang penduduk, dan disuguhi makanan khas daerah tersebut. Sambil ngobrol kesana kemari sesekali kami menikmati hidangan yang ada di meja. Tapi entah kenapa hari itu banyak sekali lalat yang ikut nimbrung. Maka berkali-kali saya mengibaskan tangan untuk mengusir lalat-lalat tersebut.
Melihat kesibukan saya, sang tuan rumah nyeletuk, ” Ah sudahlah mas, biar saja lalat-lalat itu ikut makan, toh tidak seberapa yang mereka habiskan!”
“Mendengar itu saya [maksudnya temen saya itu], tercengang, antara bengong dan geli. Orang ini guyon atau apa?. Tapi melihat wajahnya saya pikir dia serius, jadi saya diam saja !”
Mendengar ceritanya itu saya tersenyum geli. Kalau orang itu tidak guyon berarti memang “kesadarannya” memang segitu. Lucu tapi juga ironi.
Menurut Anda bagaimana?






















& Komentar
Maret 30, 2009 pukul 2:07 am
wah, daerah terpencilnya di mana tuh? tempatku juga terpencil,…tapi gak ada lalat, hehehe, maksudnya lalat di makanan, geto!
btw, orang terpencil jorok2 ya…hmmm
Maret 30, 2009 pukul 8:24 pm
ehm … lalat doyan singkong ya mas?
April 6, 2009 pukul 2:07 pm
# Rindu,
Saya jadi mikir, apa ada lalat yang doyan singkong ya? Rasanya lalat doyan apa saja ya. Gak tau kalau lalat di tempat rindu
Trims sudah mampir dan kasih komen. Blog Anda kayaknya makin rame aja ya. Keep writing! Good ones.
April 15, 2009 pukul 12:24 pm
wah saya aja yang bacanya jadi mikir, itu guyon atau serius.
mungkin saya akan berkata “kalo gitu singkongnya saya potong dikit untuk si lalat, biar ga hinggap di singkong saya”…