The Power of Kepepet

16 03 2010

Coming soon

Hm akhirnya jadi juga nulis tentang kekuatan dahsyat “kepepet”, setelah sempat kesalip [didahului] oleh “Siapkah Anda menjadi Pribadi yang Luar Biasa ?”.

Ceritanya begini. Kira2 2 minggu lalu, ada tugas membuat proposal Rencana Manajemen Mutu untuk suatu proyek baru. Berbeda dari yang biasa Klien kali ini sangat perhatian ke masalah dokumentasi dan ketepatan waktu. Dalam kondisi normal, membuat proposal itu membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu. Namun dalam kondisi “kepepet” proposal itu bisa selesai dalam 4 hari.

the-power-of-kepepet

Memang bukan satu praktek yang baik, karena dalam 4 hari bekerja tanpa kenal waktu, dan puncaknya pada hari Hnya, dimana dokumen harus terkirim paling lambat jam 8 malam. Sampai pukul 4 sore, proposal belum selesai, namun alhamdulillah menjelang deadline sekitar jam 7 lebih sekian menit akhirnya dokumen selesai. Tanpa sadar saya sampai melalaikan shalat maghrib berjamaah [ampuni aku ya Allah…] dan bahkan hampir kelewatan shalat maghribnya. Karena begitu selesai shalat maghrib beberapa saat kemudian adzan Isya’ terdengar.

Selesai Isya’ berjamaah saya tercenung. Ada beberapa hal yang terpikir:

  • Ternyata benar dalam kondisi kepepet, ketika adrenalin dipacu keras, potensi terpendam seseorang bisa muncul sebagai suatu kreativitas dan kemampuan yang kadang luar biasa [tidak biasa]. Kondisi kepepet ini bisa karena keadaan nyata kepepet, atau keadaan kepepet imajiner, maksudnya kita mengkondisikan diri kita seolah2 kepepet. Ini perlu sedikit latihan untuk bisa menerapkannya.
  • Lebih jauh lagi, kalau untuk hal2 dunia kita bisa begitu mati2an memperjuangkannya, kenapa untuk hal2 yang bernilai akhirat kita tidak begitu? Lalu teringat, entah hadits atau kata bijak, “berbuatlah untuk duniamu seolah kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seolah kamu mati besok pagi”

Sahabat, jika kita dapat menerapkan the power of kepepet itu untuk target-target besar kita dalam hidup, insya Allah banyak keberhasilan yang kita capai.

Tertarik untuk mencoba? Silakan. Dan bagilah pengalaman Anda dengan meninggalkan komentar di posting ini.

[Untuk lebih jelasnya silakan baca buku dengan judul yang sama ditulis oleh mas Jaya Setiabudi]


Aksi

Information

14 responses

16 03 2010
diazhandsome

wahahaha… the power of kepepet ini kata-kata yang paling mujarab. kalau mau pipis biasa di wc umum bisa antre. tapi kalau kebelet pipis, satu kloset bisa dua orang. hahahaha

19 03 2010
dsusetyo

pengalaman pribadi ya? he he

17 03 2010
Lex dePraxis

Yup ini adalah buku dan konsep yang bagus. Awalnya saya sempat ragu untuk beli bukunya karena lihat judul yang asal dan desain yang ‘norak’. Tapi setelah dibaca, isinya sangat memotivasi.

19 03 2010
dsusetyo

Trims untuk komennya bung Lex. Desain sampulnya memang kurang kena. Tapi benar juga kata orang bijak. “Jangan terkecoh dengan kulitnya”.

17 03 2010
Eko Deto

Tentu saja ada prasarat agar penggunaan “Power of kepepet” bisa produktif. Jika prasaratnya nggak terpenuhi, kerja karena dipepet waktu macam itu justru bisa ancur-ancuran.

19 03 2010
dsusetyo

Bung Eko, Anda benar. Pesan yang saya sampaikan adalah kalau kita selalu efisien dan efektif dalam bekerja maka hasil yang baik akan dicapai. Menghargai waktu. dan tidak menunda2 pekerjaan sedemikian sampai akhirnya betul2 kepepet, dan akhirnya bisa saja pekerjaan ancur ancuran.

19 03 2010
deady

bener banget tuh
*jadi inget pengalaman begadang sebelum ujian

22 03 2010
dsusetyo

SKS [sistem kebut semalam] ni ye. Tapi ini tidak maksimal. lebih baik dipersiapkan secara bertahap.

20 03 2010
Rendy

Saya sering menemui cover buku ini di halaman-halaman FB. Memang kadang situasi yang kepepet, atau mendekati masa-masa batas (semisal deadline) sepertinya malah memberikan kekuatan untuk bekerja dengan maksimal.

22 03 2010
dsusetyo

Itulah tantangannya bung Rendy. Bagaimana suasana itu kita simulasikan seolah2 ada, Tanpa benar2 mengalami kondisi kepepet, sebab kalau itu yang terjadi hasilnya tidak maksimal karena waktunya kepeper. kalau kepepet artificial [kita kondisikan seolah kepepet], kita masih punya waktu untuk melakukan review dan perbaikan2.

Trims ya sudah berkunjung. Blog Anda benar2 sesuai dengan namanya😉

23 03 2010
rafiq jauhary

betul sekali,, kepepet bisa bikin sesuatu menjadi luar biasa..
tapi sayangnya kalo tidak terkendali,, kepepet pun bisa membawa ke sebuah hal negatif,, misal kepepet g ada duit, trus nyuri

tapi lebih baik kalo jangan terus2an kepepet,, tapi terprogram

24 03 2010
dsusetyo

benar mas Rafiq, maksudnya terprogram untuk “artificially” kepepet gitu ya😉

25 03 2010
putirenobaiak

baru idenya mas, original patut di contek hehe…makasih sudah ke blogku, maaf baru sempat kunjungan balik yah

25 08 2015
dsusetyo

Hmm… ya… gak tau kenapa…jadi pungin buka halaman2 lama blogku, lalu sampai di laman ini. Tak terasa ya Meiy, 5 tahun lebih sudah berlalu.

Mohon maaf ya, baru baca dan jawab. [lima tahun gitu loh..🙂 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: