Pesimistik dan Optimistik

17 10 2010

Sahabat,

Seorang pakar pengembangan diri mengatakan, jika kita mengalami suatu kejadian dalam hidup, bukan kejadiannya yang penting, tapi bagaimana cara pandang dan sikap kita terhadap kejadian itulah yang penting.

Berikut contoh gampangnya:

 

Optimistik

 

Ketika mendapatkan satu kejadian masalah yang SAMA terjadi reaksi yang sama sekali bertolak belakang antara seseorang yang berpikiran positif [optimistik] dan yang berpikiran negatif [pesimistik]

Si pesimist akan mengatakan: “AH” [mengeluh dan menganggapnya sebagai masalah]

Sebaliknya si optimist akan mengatakan: “AHA” [bersemangat dan menganggapnya sebagai tantangan atau peluang].

Sahabat, pilihan untuk menyikapi hidup memang ada pada kita. Anda pilih yang mana?

Selamat menikmati hidup, ambil keputusan yang terbijak dalam menghadapinya.


Aksi

Information

2 responses

9 12 2010
edratna

Selesai presentasi, atasan tanya “Bagaimana hasilnya?”
“Dibantai pak,” jawab bawahan
“Lho, itu malah bagus, kalau banyak pertanyaan, itu artinya bahan presentasimu menarik minat. Bayangkan jika tak ada pertanyaan, mereka mungkin tak tahu yang diomongkan, atau bosen banget.”

Sejak itu bawahan bisa menilai bahwa hasil tergantung dari sisi apa, dan siapa yang melihatnya.

14 12 2010
dsusetyo

#ibu Edratna, terima kasih atas kunjungan dan komentar ibu.
Semoga jalinan silaturahim ini akan terus terjaga. Semoga Berkah Allah SWT senantiasa mengiringi ibu dan keluarga.

Wassalamu’alaikum wr wb.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: