Terima Kasih Allah…

27 06 2011

‘ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN’,

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan  seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan  memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang  mengantarku berhenti di depan
ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi  Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah  diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku  dapati tempat ini begitu
sibuk dengan begitu banyak malaikat yang  memilah-milah seluruh permohonan
yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh  dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui  koridor yang panjang lalu
sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan  dan Pengiriman. Disini
kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses  dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.  Ada banyak malaikat
yang bekerja begitu keras karena ada begitu  banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke  bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada  ujung terjauh koridor
panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu  ruang kerja yang sangat
kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu  malaikat yang duduk
disana, hampir tidak melakukan apapun.  “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata  Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan  disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah
manusia menerima rahmat  yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang
mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata,’ALHAMDULILLAHI RABBIL
AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”,  tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan
di lemari es, pakaian  yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan
tempat untuk tidur, maka  engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan  uang-uang receh, maka
engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer  mu, engkau adalah bagian
dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih  banyak kesehatan
daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati  daripada begitu banyak orang
di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga  hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam  perang, kesepian dalam
penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan  yang amat sangat ….
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di  dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan  religius tanpa ada
ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,  atau kematian …
maka  engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di  dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam
ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah
seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan
semua mereka yang berada
dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau
menerima rahmat ganda,
yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu
berpikir bahwa engkau
orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa,
engkau lebih dirahmati
daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang
bahkan tidak dapat membaca
sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah  Allah anugerahkan  kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan  ini ke semua  teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa  dirahmatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa,  ‘Sesungguhnya jika kamu  bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak  nikmat kepadamu’ “.
(QS:Ibrahim (14) :7 )

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih: “Terima kasih,
Allah!  Terima kasih, Allah, atas  anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan  memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.


Aksi

Information

4 responses

10 07 2011
Mohamad Sani

Subhanallah… Alhamdulillah…
Ini mimpi asli pak Setyo atau orang lain pak..?

22 07 2011
dsusetyo

O bukan mimpi saya. Itu artikel hasil copas dari teman.
Karena menarik maka saya post di sini.

Terima kasih telah berkunjung

8 09 2011
wawannyadiandian

CUKUP UNTUK ENAM PERKARA
1. Manusia ragu dalam hal rezeki, kikir terhadap apa yang ada, rakus dan tamak. Maka bertawakallah, karena Allah telah menjamin segala sesuatu.
2. Manusia tidak dapat menyimpan rahasia dan tidak dapat menolak yang sudah ditetapkan. Maka jadikan amal shaleh menjadi teman dan penolong di hari kemudian.
3. Manusia memiliki musuh sesama manusia yang berbuat zalim, bergunjing, fitnah, menyakiti yang sesungguhnya dia memikul beban kesalahan dan dosa terhadap manusia yang dia zalimi, sakiti, fitnah. Musuh sesungguhnya adalah nafsu, keduniawian dan godaan untuk tidak mengikuti imanmu.
4. Manusia pasti dituntut tanggung jawab oleh malaikat. Maka siapkan untuk bertemu dengannya ketika dia datang.
5. Manusia itu saling mengasihi dan saling membenci yang disebabkan oleh nafsu. Maka buanglah nafsu, agar kamu mengasihi dengan ikhlas seperti kamu ikhlas terhadap dirimu sendiri.
6. Manusia mempunyai suatu kediaman yang pasti akan dia tinggalkan. Kediaman yang pasti untuk ditempati adalah makam. Maka persiapkan dengan kemampuan agar bahagia menuju kediaman itu.

Syaqiq Al-Balkhi kepada Hatim Al-Asham

1 02 2013
Terima kasih Allah… | nisrinacahyaniputri

[…] Terima Kasih Allah… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: