Cara Mudah dan Tepat Berantas Prostitusi

25 08 2015

Assalamu’alaikum wr wb.,

Tahukah Anda Sahabat rahimakumullah, cara mudah dan tepat berantas prostitusi.

Gunakan hukum sebab-akibat atau hukum pasar.
Para pelacur itu ada dan tetap ada dan terus berkembang karena SELALU ADA konsumen setianya, yang tidak lain adalah para lelaki yang sedang tergelincir imannya.

Jadi kalau konsumennya dihilangkan sudah pasti produsennya tidak akan ada lagi.

Caranya? Karena negara kita bukan negara dg hukum Islam, ya paling bisa hukum konsumen itu seberat2nya.

Jadi kalau prostitusi masih merajalela, jangan salahkan wanita, salahkan para lelaki yang seharusnya jadi pemimpin itu.

Jangan buru dan gelandang para PSKnya saja, tapi buru juga dan gelandang para lelaki hidung belangnya, begitu seharusnya..

Bagaiman pendapat Anda semua?

Wassalamu’alaikum wr wb





Cukup dan Kurang

22 03 2015

Jika kita senantiasa berterimakasih dan mensyukuri apa yang kita “miliki” dan dapatkan, maka kita akan senantiasa merasa cukup dan berkelimpahan.

Jika kita senantiasa mengeluh dan meratapi apa yang belum kita “miliki” dan dapatkan, maka kita akan senantiasa merasa kekurangan, berapa banyak pun yang sudah kita “miliki” dan dapatkan.

Mari kita belajar menjadi pribadi yang pandai berterima kasih dan bersyukur.

Semoga kita semua sukses, bahagia dan dikaruniai hidup yang penuh berkah. Amin

bahagia





Inikah Akar Penyebab Segala Kesulitan?

19 12 2011

Assalamualaikum wr wb.,

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, rasanya sudah menjadi pemandangan sehari-hari terutama di kota2 besar orang terlihat sibuk, seolah waktu yang 24 jam kurang. Waktu terasa begitu cepat berlalu, hari berganti hari, lalu minggu, bulan dan tahun. Anda tentu juga merasakan rasanya baru beberapa waktu lalu tahun baru, eh sekarang sudah mau tahun baru lagi.

Belum lagi beban hidup yang terasa tidak semakin ringan, kebutuhan hampir selalu tidak tercukupi, selalu saja kurang, berapa pun penghasilan yang kita dapatkan. Ilusi naik gaji?

Dan kalau sudah begitu kita kadang tercenung bingung, hidup macam apa yang kita lakoni ini? Akankah kita terus dalam kondisi seperti ini? Dikejar-kejar waktu, pekerjaan seolah2 tak pernah terselesaikan dan sibuk terus entah sampai kapan, berangkat subuh pulang larut malam…. Hidup tidak pernah merasa kecukupan, kebingungan yang terus berkepanjangan tentang apa akhir dari semua ini, akankah kondisi tidak nyaman ini dapat berakhir. Kapan mimpi2 kita bisa terwujud???

Sahabat rahimakumullah, siang ini di masjid An Naml Jamsostek Jakarta, seperti biasa tiap usai shalat dzuhur ada kultum. Dan pada siang tadi dalam uraiannya sang pemateri menyitir sebuah hadits Rasulullah SAW yang kok ya pas benar dengan prolog di atas.

Apa hadits tersebut, mari kita simak:

“Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.

2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.

3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.

4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya”

[HR.Muslim]

Wah, rasanya kok pas banget ya. Jangan2 memang ini kesalahan yang sadar atau tidak sadar sering kita lakukan. Bangun tidur bukannya mengikuti sunnah Rasul SAW tapi langsung “tuing2” terbayang rencana-rencana kerja hari ini? Sampai akhirnya hak-hak Allah tidak terpenuhi.

Mengenai hak2 Allah tersebut mungkin akan dibahas pada postingan lain, atau ada dari para sahabat yang mau berbagi? Tetapi intinya adalah hak Allah untuk kita ibadahi. Bukankah memang sejatinya Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia KECUALI untuk beribadah/ mengabdi/ menghamba hanya kepadaNya. Menjadi hambaNya, dan bukan yang lain [he he mirip iklan apa itu…?]

Kalau begitu mari menghisab diri [termasuk saya sendiri tentunya]. Sudahkah hak2 Allah kita tunaikan sejak kita bangun pagi. Kalau belum atau kurang maksimal, mari kita mulai perbaiki esok hari… OK?

Semoga manfaat.

Wassalamu’alaikum wr wb.,





Berapakah Harga Diri Kita?

14 12 2010

Ada orang yang merasa lebih tinggi “harga dirinya” ketika ia dapat menghiasi dirinya dengan atribut2 kemewahan dunia. Pakaian branded, perhiasan yang berkilauan, sepatu, tas, telepon genggam, mobil atau yang semacamnya.

Dia merasa “tidak berharga” jika baru bisa tampil biasa2 saja.

Ada juga orang yang merasa dirinya berharga, meskipun tanpa embel2 asesories kemewahan dunia. Ia merasa harga dirinya tidak ditentukan oleh apa yang melekat secara fisik pada dirinya, tapi lebih pada kualitas jati dirinya. Seperti misalnya keluasan ilmu dan wawasan, kemuliaan akhlaq dan derajat taqwa. Mungkin ini yang sekarang populer kita sebut sebagai “inner beauty“, kecantikan yang bersumber dari dalam keluar dan bukan sebaliknya. Yang ada di dalam bersifat lebih permanen, sedang hiasan di luar bersifat sangat sementara.

akhlaq mulia

Bagi orang2 seperti ini, sekiranya mereka memakai perhiasan2 tersebut, maka itu memang tak lebih hanya sebagai perhiasan, sebab tanpa itu pun mereka sejatinya telah indah berkilau. Keindahan mereka tak tergantung dari apa yang menempel di dirinya, tapi tergantung dari apa yang “terpancar” dari dalam dirinya.

Kalau kita boleh jujur memilih, manakah yang menjadi pilihan kita?

Lalu siapkah kita untuk kemudian mewujudkannya?

Wassalamu ‘alaikum wr wb.,





Pesimistik dan Optimistik

17 10 2010

Sahabat,

Seorang pakar pengembangan diri mengatakan, jika kita mengalami suatu kejadian dalam hidup, bukan kejadiannya yang penting, tapi bagaimana cara pandang dan sikap kita terhadap kejadian itulah yang penting.

Berikut contoh gampangnya:

 

Optimistik

 

Ketika mendapatkan satu kejadian masalah yang SAMA terjadi reaksi yang sama sekali bertolak belakang antara seseorang yang berpikiran positif [optimistik] dan yang berpikiran negatif [pesimistik]

Si pesimist akan mengatakan: “AH” [mengeluh dan menganggapnya sebagai masalah]

Sebaliknya si optimist akan mengatakan: “AHA” [bersemangat dan menganggapnya sebagai tantangan atau peluang].

Sahabat, pilihan untuk menyikapi hidup memang ada pada kita. Anda pilih yang mana?

Selamat menikmati hidup, ambil keputusan yang terbijak dalam menghadapinya.





Nasihat sang Wise-man, Kekuatan Syukur

30 07 2010

Sahabat, saya tidak tahu.

Saya termasuk yang percaya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. All has been planned, in some ways.

Saya mengalami kejadian aneh, ketika hati tengah gundah diterpa tantangan hidup, tiba-tiba nyelonong satu sms dari nomor yang tak dikenal, bunyinya begini:

KESULITAN SEBESAR apa pun akan TERASA WAJAR bila JIWA yang tetap MELEBIHKAN SYUKUR daripada MENGELUH.

Karena bukan KEBAHAGIAAN yang membuat kita BERSYUKUR, tetapi BERSYUKURLAH yang menjadikan kita BAHAGIA.

JIWA yang MALAS tetap TERSESAT walau pun sudah SAMPAI.

JIWA yang TAMAK tetap MENGELUH di atas KEKAYAAN.

JIWA yang BERSYUKUR akan BERBAHAGIA bahkan di atas MASALAH

Sejenak saya termenung dan tercenung mencoba memahami maknanya. Lalu tiba2 hati ini tersentak bagai diingatkan. Seraya hati ini istighfar. Lalu rasa syukur seakan dingin mengguyur segenap ruh dan jasad lemah ini. Dan lisan ini tanpa terasa mengucap seuntai kata: “Alhamdulillah, terima kasih ya Alah, Engkau telah ingatkan aku untuk senantiasa mensyukuri apa pun yang telah menjadi ketetapanMu atas diriku, susah atau senang.””

[terima kasih kepada “wise-man” atas sms Anda]





Menghitung Hari, Tibanya sang Tamu Agung

18 07 2010

Sahabat yang dirahmati Allah,

Sya'ban kini, Ramadhan menanti

Hari keenam bulan Sya’ban . Para perindu Ramadhan tentu mulai menghitung hari tibanya sang Tamu Agung. Mereka yang mendambakan menjadi hamba2 Allah yang diridhai pasti akan mengoptimalkan kesempatan berjumpa dengan Ramadhan sebagai sarana meraih keridhaan itu.

Seorang kekasih yang merindukan kekasihnya, tentulah terbayang-bayang wajah yang dikasihinya. Tak tahan lagi ingin segera berjumpa dan memeluknya. Seolah tak ingin berpisah lagi dengannya.

Semakin hari semakin dekat dengan waktu untuk berjumpa, sudah tentu semakin bahagia hati karena besarnya rasa cinta.

Semua daya dikerahkan agar ketika berjumpa, ia berada dalam keadaan terbaik untuk berjumpa dengan sang kekasih. Apa pun dilakukan agar si dia berbahagia bila berjumpa.

Sahabatku yang dirahmati Allah. Bukankah Anda semua juga pecinta dan perindu Ramadhan ? Sisa hari sudah kurang dari sebulan. Dan tanpa terasa Ramadhan akan tiba2 muncul di hadapan kita. Sudah siapkah sahabatku menyambutnya dalam keadaan terbaik ?. Agar ketika sang tamu agung datang kita bisa menjamunya dengan jamuan terbaik kita, agar ketika ia pergi kembali, ia bawa kenangan manis bersama kita.

Agar kelak, di satu hari, di satu tempat ketika semua manusia dibangkitkan dan dikumpulkan, yang tidak ada lagi yang bisa menolong kecuali amal shalih kita dan kasih sayang Allah, kenangan manis yang dibawa sang tamu agung itu datang sebagai penolong kita selamat dari siksa api neraka menuju keselamatan surgawi dan keridhaan-Nya.

Menghitung hari…

Ya Allah, jumpakan kami dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik kami untuk siap menyambutnya dengan sebaik2nya. Amin.

Marhaban ya Ramadhan.