2013 in review – dsusetyo blog stats and data

8 02 2014

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 14,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 5 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.





Hatimu adalah seperti sebuah Gelas atau Telaga?

20 12 2009

Sahabat, pernahkah Anda bertanya atau ditanya dengan pertanyaan di atas?

Hatimu adalah seperti gelas atau telaga? It’s your choice.

Selamat menikmati artikel menarik berikut, semoga dapat menjadi bahan renungan, inspirasi dan motivasi di tahun yang baru ini. [terima kasih kepada sahabat Bambang Joko Ramadiarto dan Hendy Kurniawan atas forwardan artikelnya]

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1341 H sahabat. Semoga Allah jadikan tahun ini lebih baik dan berkah. Amin.


Subject: Artikel : Belajar Melapangkan Hati

Dear Sahabat,

Tahun 2009 akan segera berakhir dan tahun 2010 yang penuh harapan akan segera tiba.

Diantara kita pasti banyak sekali yang sudah menorehkan mimpi, cita – cita, target dan harapan lengkap dengan berbagai perencanaan jitu beserta alat ukur untuk mengukur pencapaiannya. Namun terkadang kita lupa mempersiapkan yang satu ini, PERSIAPAN HATI.

Mungkin cerita di bawah ini bisa kita jadikan referensi untuk melakukan persiapan hati menuju 2010.

Selamat membaca semoga bermanfaat…

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah, Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.

Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan,

“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya “, ujar pak tua

“Pahit, pahit sekali “, jawab pemuda itu sambil meludah ke samping

Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.

“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.”

Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,

“Bagaimana rasanya ?”

“Segar”, sahut si pemuda.

“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?” tanya pak tua

“Tidak, ” sahut pemuda itu

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:

“Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

telaga

Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.

Pak tua itu lalu kembali memberi nasehat:

“Hatimu adalah wadah itu; Perasaanmu adalah tempat itu; Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.

Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik”

“Dikutip dari sebuah blog tentang salah satu kota di Jawa Timur”





[Selamat] Tahun Baru

9 01 2009

Tahun Baru, Perbarui Niat dan Semangat

Sahabat, Tahun baru ini apa yang akan Anda perbarui?

selamat tahun baru

selamat tahun baru

Kalau saya, ingin perbarui niat dan semangat. Kenapa niat dan semangat, karena nilai segala amal bergantung kepada niatnya. Dan semangat diperlukan agar segala rencana yang kita susun dapat terlaksana.

Bagaimana dengan target yang ingin dicapai? Ya kita harus buat, tanpa target yang jelas kata para ahli, kita seperti berjalan tapi entah mau nyampe kemana.

Saya tulis ini karena tiba2 saya teringat dengan para motivator atau inspirator. Mereka itu bagaikan seseorang yang mampu membuat api semangat dalam diri yang mati hidup kembali atau yang mau mati jadi membesar lagi.

Memang tidak mungkin kita bisa merubah seseorang, yang kita bisa lakukan hanyalah “memotivasi”nya untuk berubah. Jangan pernah coba untuk merubah, karena Anda akan kecewa. Cukup kita beri motivasi, dan biarkan mereka berubah sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Maukah Anda menjadi seorang motivator atau inspirator, setidaknya untuk diri Anda sendiri? Agar menjadi lebih baik dan terus lebih baik…

Monggoooo…