Makna Di Balik Kata Ramadhan

15 09 2009

Makna di balik kata RAMADHAN

Tausiyah Ramadhan ba’da dzuhur, hari ke 25, 1430 H, 14 September 2009

Ustadz Asep Kamaluddin, Masjid An Naml, Menara Jamsostek, Jakarta.

Ramadhan dibentuk oleh lima huruf: ra, mim, dha, alif dan nun.

Ra artinya riyadhah = latihan, melatih diri menahan hawa nafsu/ yang membatalkan puasa, dan juga hati dan pikiran.

Hati untuk berdzikir, akal atau pikiran untuk berpikir. Kedua2nya harus disucikan dan hanya boleh diperuntukkan bagi Allah saja.

Sering terjadi salah memfungsikan akal dan hati sehingga timbul stress. Hati sejatinya hanya untuk berdzikir kepada Allah BUKAN untuk berpikir. Jadi sebesar apa pun masalah yang dihadapi, letakkan ia di pikiran untuk dipecahkan dan biarkan hati tetap berdzikir kepada Alah sehinga hati tetap tenang dan shabar. Tapi jika masalah sudah dimasukkan ke dalam hati, sehingga hati yang seharusnya hanya untuk berdzikir sudah tercampur dengan hal-hal selain Allah maka yang timbul adalah gelisah dan resah.

Mim artinya maghfirah. Inilah saatnya kita benar2 memohon ampun kepada Allah atas semua dosa2 kita dengan sesungguh2nya. Taubat dengan taubat nasuha. Apa tanda2 orang yang taubatnya diterima > ia menjadi orang yang pemaaf. Jadi jangan hanya pandai meminta maaf tapi juga harus menjadi pemaaf. Orang yang pemaaf itu hatinya tenang, karena ia tidak punya kepentingan selain hanya mengharap ridha Allah. Hatinya terbebas dari suudzon dan dendam. Hatinya lapang dan bersih yang tercermin dari akhlaqnya. Jadi tanda taubat dikabulkan adalah orang itu jadi bersifat pemaaf.

Dha artinya [gak begitu jelas kedengaran] tapi intinya dijamin Allah diampuni dosa2nya seperti bayi yang baru lahir.

Al Hadits:

”Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)

 

Dijelaskan apa makna di balik jaminan suci seperti bayi. Bayi itu jika ia diajak bercanda oleh siapa pun, baik ia orang yang shaleh, kafir, kaya, miskin maka ia akan tersenyum, dengan senyum yang tulus dan ikhlas dari hatinya, tidak membedakan dengan siapa ia tersenyum. Kapankah kita bisa tersenyum dengan ikhlas seperti bayi, ketika kita berinteraksi dengan orang lain?

Alif artinya istiqamah. Sudah jelas. Puasa harus dilaksanakan dengan istiqamah, terus menerus dalam arti, nilai2 mulia yang ada dalam puasa itu harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari2. Tidak hanya di bulan Ramadhan saja, tapi di sepanjang tahun.

Nun artinya nurullah, cahaya Allah.

Seseorang yang puasanya benar maka ia akan mendapat cahaya Allah. Ia akan mendapat hidayah, ilmu, barakah dan ampunan. Ia dikaruniai bashirah, yakni ia bisa melihat kebaikan dan keburukan yang nyata maupun yang tersembunyi.

Apa contoh kebaikan yang tersembunyi? Allah jika mencintai hambaNya ia akan diberikan penyakit yang seakan2 tidak bisa disembuhkan, padahal setiap penyakit pasti ada obatnya. Seseorang yang dikaruniai bashirah bisa melihat kebaikan yang tersembunyi di balik ujian sakit yang diberikan Allah tersebut, yaitu adanya ampunan Allah, dan hatinya tetap shabar, sebab ia yaqin Allah tidak akan membebani hambanya dengan beban yang lebih berat dari apa yang mampu dipikulnya.

Atau juga ditimpakan masalah yang seolah tak ada jalan keluarnya, tapi ia tetap shabar dan yaqin pasti Allah akan berikan jalan keluar. Ia shabar karena ia dikaruniai bashirah sehingga ia bisa melihat dengan mata hatinya kebaikan di balik ujian yang menimpanya, yang orang biasa melihatnya sebagai malapetaka sedang ia tidak. Dengan bashirah itu ia mampu shabar dengan sebenar2 shabar, karena ia tahu hakikat kejadian yang menimpanya. Dari shabarnya itu maka turunlah ampunan Allah.

Disampaikan kelak di surga terdapat banyak pintu2 masuk, pintu2 yang lain ramai orang antri untuk masuk melaluinya, kecuali satu pintu. Pintu itu ialah pintu shabar. Kelak Allah akan memberikan kelebihan bagi orang2 yang masuk melalui pintu itu.

Memang shabar itu berat, sebagaimana firmanNya,

QS 2:45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

Tapi sebagai balasannya Allah akan selalu beserta orang-orang yang shabar sebagaimana firmaNya:,

QS 2:153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Contoh keburukan yang tersembunyi adalah riya’ dan tidak ikhlas. Yakni ibadah yang tidak murni mengharap keridhaan Allah. Maka berhati2lah dengan dzikir yang khusyuk, shalat yang khusyu dan ibadah2 lain, lihatlah apakah telah dilakukan dengan hati yang ikhlas?

Bashirah juga berarti disinari cahaya Allah, hatinya bisa mementukan mana yang baik dan mana yang buruk menurut Allah. Yang baik ia ikuti yang buruk ia tinggalkan. Maka bukankah ini hakikat dari taqwa?

Jadi inilah makna dan hakikat di balik perintah puasa Ramadhan yang dimaksudkan untuk menempa kita agar menjadi hamba yang bertaqwa, seperti dalam firman Allah berikut:

QS 2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Jadi seseorang yang berpuasa hanya akan mencapai derajat taqwa hanya jika ia telah memenuhi kriteria2 di atas.

Demikian apa yang dapat saya tangkap dan tuliskan.

Kalau ada yang keliru mohon dimaafkan dan dikoreksi karena yang salah pasti dari saya, yang benar hanya dari Allah. KepadaNya jua saya mohon ampun.

Iklan




Ramadhan 1430 H – Hari ke 8

29 08 2009

Assalamu’alaikum wr wb.,

Apa kabar sahabat, semoga tetap dan lebih semangat dalam beramaliah ramadhan.

Hari ini, sudah hari ke delapan kita berjumpa Ramadhan mubarrak. Rasanya tantangan mulai nampak berat, yang awal2nya rajin baca Al Quran, sudah mulai berkurang dengan berbagai alasan.

_little-boy-prayingYang biasanya menghidupkan malam, hmm mulai timbul rasa berat dan malas. Namun saya bersyukur, dapat mengevaluasi performa puasa saya pada hari ini. Artinya dengan semangat untuk terus menjadi lebih baik, dengan tahu kekurangan itu sekarang, saya paling tidak insya Allah masih punya 22 hari lagi untuk dapat menjadi lebih baik.! Bayangkan kalo saya baru nyadar ketika Ramadhan sudah hari yang ke 25! Kebayang kan?

Meskipun agak kadaluarsa, ijinkan saya menulis tentang kiat-kiat menghidupkan bulan Ramadhan. Ini sebuah pengulangan saja, yang belum tahu semoga jadi tahu, yang sudah tahu, semoga jadi lebih mantap. Enak tho, manteb tho?

Lagipula bukankah “repetition is the mother of perfection” alias pengulangan itu adalah induk dari kesempurnaan. Makin setring diulang, makin jadi lebih baik.

Berikut kiat2nya:

  1. Berpuasa dengan benar: sucikan niat hanya karena Allah, berniat pada malamnya, menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, menjaga dari apa yang membatalkannya, menghindarkan diri dari kesia-siaan puasa dengan menjauhi maksiat, menjaga lisan, pikiran, perbuatan dari yang dilarang Allah. Pahamkan hukum-hukum puasa yang benar sesuai sunnah.
  2. Hidupkan malam [dan siang] dengan ibadah: shalat tarawih, shalat-shalat sunnah, berdzikir, tafakkur, tadabbur, muhasabah [menghisab diri] taubat, taddarus Al Quran
  3. Banyak bershadaqah: “Seutama utama shadaqah adalah shadaqah di bulan Ramadhan”[HR Tirmidzi], memberi makan, menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka.
  4. Banyak membaca Al Quran: baca, gali, resapi dan amalkan
  5. Menjaga tetap semangat dan gembira: banyak membaca fadhilah dan keutamaan Ramadhan, sehingga dapat memotivasi diri untuk lebih giat beramaliah Ramadhan. Hanya dengan mengenal keutamaan2nya maka kita jadi ingin meraihnya. Tanamkan kuat-kuat dengan dahsyat bahwa Ramadhan adalah “Super Bootcamp” yang dirancang oleh sang Maha Perancang untuk melatih kita menjadi the best performer dalam segala sisi kehidupan kita.
  6. Siapkan diri menyambut al Lailatul Qadr: setiap hari berdoa dengan sungguh dan yaqin agar dijumpakan dengannya dalam keadaan Allah ridha, terus menerus mensucikan diri, karena diri yang terus berupaya mensucikan diri dan yang sangat amat ingin berjumpalah yang lebih pantas untuk bertemu dengan malam yang mulia itu. Jaga shalat berjamaah kita, terutama Isya’ dan Subuh. Karena barangsiapa yang shalat Isya dan subuh berjamaah maka Allah akan ganjar ia seolah-olah ia shalat sepanjang malam itu.
  7. I’tikaf di masjid di likur terakhir: ini melengkapi butir 6 di atas. Siapkan jiwa raga agar i’tikaf dapat dilaksanakan dengan baik.
  8. Tunaikan zakat fitrah: cukupkan jumlahnya, sempurnakan tatacara pelaksanaannya -lahir dan bathin, lakukan paling lambat sampai sebelum ied fitr.

Demikian kiat2 yang saya kumpulkan dari pelbagai sumber dan pengalaman pribadi.

rmdn_see_noevilSebagai penutup, hendaklah dikuatkan azzam, bahwa selepas Ramadhan, kita akan tetap istiqamah menjaga apa yang baik yang telah kita raih bahkan terus meningkatkannya.

Semoga Allah senantiasa limpahi kita dengan taufiq dan hidayahNya. Hidayah kemauan dan kemampuan untuk mengamalkan apa yang diridhaiNya. Amin

Semoga manfaat

Wassalamu’alaikum wr wb.,