Inikah Akar Penyebab Segala Kesulitan?

19 12 2011

Assalamualaikum wr wb.,

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, rasanya sudah menjadi pemandangan sehari-hari terutama di kota2 besar orang terlihat sibuk, seolah waktu yang 24 jam kurang. Waktu terasa begitu cepat berlalu, hari berganti hari, lalu minggu, bulan dan tahun. Anda tentu juga merasakan rasanya baru beberapa waktu lalu tahun baru, eh sekarang sudah mau tahun baru lagi.

Belum lagi beban hidup yang terasa tidak semakin ringan, kebutuhan hampir selalu tidak tercukupi, selalu saja kurang, berapa pun penghasilan yang kita dapatkan.

Dan kalau sudah begitu kita kadang tercenung bingung, hidup macam apa yang kita lakoni ini? Akankah kita terus dalam kondisi seperti ini? Dikejar-kejar waktu, pekerjaan seolah2 tak pernah terselesaikan dan sibuk terus entah sampai kapan, berangkat subuh pulang larut malam…. Hidup tidak pernah merasa kecukupan, kebingungan yang terus berkepanjangan tentang apa akhir dari semua ini, akankah kondisi tidak nyaman ini dapat berakhir. Kapan mimpi2 kita bisa terwujud???

Sahabat rahimakumullah, siang ini di masjid An Naml Jamsostek Jakarta, seperti biasa tiap usai shalat dzuhur ada kultum. Dan pada siang tadi dalam uraiannya sang pemateri menyitir sebuah hadits Rasulullah SAW yang kok ya pas benar dengan prolog di atas.

Apa hadits tersebut, mari kita simak:

“Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.

2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.

3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.

4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya”

 

[HR.Muslim]

 

Wah, rasanya kok pas banget ya. Jangan2 memang ini kesalahan yang sadar atau tidak sadar sering kita lakukan. Bangun tidur bukannya mengikuti sunnah Rasul SAW tapi langsung “tuing2″ terbayang rencana-rencana kerja hari ini? Sampai akhirnya hak-hak Allah tidak terpenuhi.

Mengenai hak2 Allah tersebut mungkin akan dibahas pada postingan lain, atau ada dari para sahabat yang mau berbagi? Tetapi intinya adalah hak Allah untuk kita ibadahi. Bukankah memang sejatinya Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia KECUALI untuk beribadah/ mengabdi/ menghamba hanya kepadaNya. Menjadi hambaNya, dan bukan yang lain [he he mirip iklan apa itu...?]

Kalau begitu mari menghisab diri [termasuk saya sendiri tentunya]. Sudahkah hak2 Allah kita tunaikan sejak kita bangun pagi. Kalau belum atau kurang maksimal, mari kita mulai perbaiki esok hari… OK?

Semoga manfaat.

Wassalamu’alaikum wr wb.,

 





Kemerdekaan Ide…

24 11 2011

“Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek.

Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi.

Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan.

Orang yang terlalu sering diberi pidato kelak hanya bisa minta petunjuk.”

[Dahlan Iskan, mantan Dirut PLN, sekarang Menteri BUMN, sumber: VIVANEWS]

Bisa juga dibaca di sini





Birrul walidain: 150 Cara Berbakti Kepada Ibu

18 09 2011

Sahabat yang dirahmati Allah, saya temukan artikel yang luar biasa dari blog sahabat Abu Fahd tentang cara berbakti kepada ibu. Kita sudah begitu sering mencari berbagai kiat dalam kehidupan untuk memperbaiki kehidupan kita sendiri.  Semoga kiat2 berikut ini bermanfaat bagi Anda [dan saya tentunya] dalam rangka berbakti kepada ibunda [dan tentunya ayahanda] kita yang tercinta.

Berikut kiat2nya.

1. Pilihlah hadiah yang cocok untuk setiap moment yang tepat, seperti di hari raya, pada saat pernikahan putra-putrinya, ketika pulang dari safar, ketika sembuh dari penyakit, dll.

2. Membuatkan rekening khusus di Bank atas nama ibu, kemudian anak-anak dapat bekerjasama untuk mentransfer uang ke rekening tersebut setiap bulan agar segala kebutuhan ibu dapat terpenuhi.

3. Memahami kondisi kehidupan ibu, kemudian memperlakukan ibu dengan perlakuan yang sesuai dengan kondisi saat itu.

4. Berhati-hati dalam memilih kalimat-kalimat yang akan dikatakan di hadapan ibu.

5. Berusahalah sekuat tenaga agar ibu menjadi orang terakhir yang anda berpamitan kepadanya jika akan bepergian. Jadikanlah ia orang terakhir yang anda lihat sebelum berangkat. Berpamitanlah kepadanya dengan langsung berhadapan muka.

6. Pastikan bahwa ia adalah orang pertama yang anda datangi jika pulang dari bepergian. Ucapkan salam kepadanya, duduklah bersamanya, dan hiburlah ia. Sebelumnya, beritahukan rencana kepulangan dan kedatangan anda, sehingga ia tidak kaget. Dan jangan menunda-nunda untuk menemuinya, atau anda beranggapan bahwa waktunya belum tepat untuk mengunjunginya.

7. Selama dalam perjalanan, berusahalah untuk selalu berkomunikasi dengannya setiap hari, sekalipun hanya sesaat dalam waktu singkat.

8. Berusaha keraslah untuk menjumpainya setiap hari jika anda satu kota dengannya, Janganlah kesibukan dunia menjauhkan anda darinya, dan dari beramah tamah dengannya.

9. Jika ibu tidak satu kota dengan anda, maka hendaklah anda selalu berkomunikasi dengannya setiap hari.

10. Hendaknya anda mendekatkan diri dan berkasih sayang dengan siapa pun yang ia cintai.

Luar biasa kan?

Silakan baca kiat selengkapnya di 150 cara berbakti kepada ibu

dan ini 32 cara berbakti kepada ibu.

Semoga manfaat. Shine your days by being good to your mother [and father]

Wassalamu’alaikum wr wb.,





Rahasia Mendapatkan Apa yang Kita Inginkan

22 07 2011

Ketika browsing, saya menemukan kalimat bijak ini. Semoga Anda pun dapat mengambil manfaat darinya:

“You can have everything you want in life, if you will just help enough other people get what they want.”

[Anda dapat memiliki apa pun yang Anda inginkan dalam hidup, jika Anda mau menolong orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan]

Bagaimana menurut Anda?








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.