Tips Mengarahkan Anak untuk Kuliah Jurusan Apa

Assalamualaikum Sahabat2 semua.

Sebenarnya sdh terlambat ya untuk posting sekarang, tapi gak papa mungkin masih bermanfaat untuk musim kuliah baru yang akan datang.

Saya ambil postingan ini dari sharing artikel teman2 di WA. Daripada hilang, lebih baik di arsip di blog ini kan?

Cukup panjang tapi menarik untuk disimak. At least memberi kita satu wawasan dan perspektif baru

keywords:
Pilih Jurusan, Agile, agility, passion, pembelajar, anything can be learned

Untuk para orang tua yang punya anak calon mahasiswa/i ….. Bacaan bagus/penting untuk diskusi dengan sang anak …..

KULIAH SALAH JURUSAN?

Copas dari :
Pambudi (BPPT and ex HR Chief Telkomsel).

HELPING YOUR CHILDREN TO BUILD THEIR FUTURE

Dua hari yang lalu, saya berada di Singapore. Dan saya berkesempatan untuk minum kopi bersama seorang sahabat saya, yang menjadi profesor di sebuah Universitas terkemuka di Singapore.
Sebut saja namanya Henry. Kami janjian ketemu di Le Paul di Takashimaya. Kebetulan saya lagi kangen makanan Perancis.
Dan mulailah kami ngobrol sana sini, tentang disruption, tentang dunia pendidikan, tentang reward system untuk innovation program …etc …etc.
Sampai tiba-tiba Henry bertanya,”Pam, anakku baru klas 1 SMA dan dia bertanya, sebaiknya nanti dia kuliah apa ya?”
I said,”Why you asked me this question? You are the one who is a professor in a famous university!”

Henry meneruskan,”Well, Pam tahu kan, kadang-kadang apa yang dihasilkan dunia pendidikan dan yang dibutuhkan oleh industry bisa berbeda.
I want to make sure that my daughter will be in the right path.
Apalagi dengan era disruption sekarang, begitu banyak pekerjaan yang akan hilang!
Terus anak saya harus kuliah apa dong!”

Good question!
Tetapi, apakah pertanyaan itu perlu ditanyakan? Bukankah pada akhirnya nanti kita semua akan menjadi HIMASALJU ? (Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan?)
Ijasah temen saya Teknik Kimia,
sekarang jadi CEO bank.
Ijasah saya Computer Engineering, jadi HR Director,
dan saya punya teman lulusan Kedokteran Umum yang menjadi dosen dan konsultan management.
So what?
The most important thing will be your agility , kemampuan mempelajari hal hal yang baru.
Suatu saat saya membantu client saya merekrut Telco Troubleshooting engineer di Jepang.
Dan yang mendaftar adalah seorang dokter (lulusan Kedokteran Umum).
Dan saya tanya dia,”Ngapain dokter mendaftar sebagai Telecom engineer?”
Dan dia menjawab ,”Saya sudah belajar untuk troubleshoot tubuh manusia, kalau anda kasih saya buku petunjuk nya Mobile Switching Center, saya akan pelajari dan saya akan troubleshoot your MSC!”

Voila, anything can be learned. Selama anda mau belajar dan bekerja keras di field yang baru!

Henry meneruskan, “Tapi kan bukan berarti kita kuliah sembarang jurusan kan Pam? Memang ada banker yang dari
Akunting atau Teknik Kimia. Tapi kan gak ada banker yang dari jurusan seni rupa atau seni tari kan?”

Ok, ok, setuju!
Jadi gimana?
Ok, lets make it very simple.

Kuliah apapun, jurusan apapun, di universitas apapun, tidak akan ada yang bisa membekali anda dengan kemampuan yang membuat anda “siap kerja!”.

Di perusahaan anda nanti, anda masih harus di training lagi agar anda siap melakukan pekerjaan anda!
Makanya yang penting adalah agility, kemampuan anda mempelajari hal hal baru (seberapa cepat anda mampu absorb pengetahuan baru dan menerapkannya).

Nah di situlah kita tetap perlu belajar tentang :
– logical thinking
– system thinking
– analytical skills
– big picture thinking
karena, in the end of the day, kita memang akan mempelajari sebuah “system” dan menganalisa bagaimana “system” itu akan interract dan interlink dengan yang lain.
Terserah apapun sistemnya.
Bisa banking system, supply chain , manufacturing atau apapun. Tetapi in the end of the day this is what you will do, mempelajari2 sebuah “system” dan menganalisa bagaimana “system” itu akan interract dan interlink dengan yang lain!

Itulah mengapa seorang lulusan Teknik Kimia bisa menjadi CEO bank, karena di Teknik Kimia mereka mempelajari “proses”, jadi mereka bisa menerapkan knowledge mereka tentang “process” ke banking system.

Kalau orang-orang yang masih bermental “jadoel” gak akan ngerti itu, dan mereka akan komentar seperti ini
– ngapain lulusan Kimia ke bank?
– kasihan amat , kuliah 5 tahun gak dipake ilmunya?
– kok kerjanya bisa kesasar begitu?
Orang-orang yang bermental begitu masih terjebak dalam paradigma lama, dan masih berfikiran dengan pola “mesin uapnya James Watt. Padahal kita sekarang sudah masuk jaman Industrial 4.0, bayangin telat berapa generasi tuh orang !

Ok, sekarang kita kembali ke Henry, apa yang harus Henry lakukan untuk memberikan advice yang tepat pada anaknya ….

Kita coba beberap langkah di bawah ini …

a) Find their passion

Pertama kali, cari passion mereka apa. Ingat orang yang mengerjakan sesuatu sesuai dengan passionnya akan perform lebih bagus.
Lihat, mata pelajaran apa yang nilainya lebih bagus.
Dan tanyakan 2-3 mata pelajaran yang dia paling sukai.

b) Help them draw their dream

Nah, kemudian tanyakan cita-cita hidupnya apa.
Bidang apa yang akan dia sukai
Ingat , you are helping them to build their own dream and not yours!

c). Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream

Help them to connect the dots. Usahakan agar apa yang mereka sukai akan nyambung dengan apa yang mereka ingin kerjakan di masa depan.
Jadi lihatlah apakah anak anda:
– hobby berkutat dengan mobil-mobilan dan gadget electronic?
– Berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang?
– Lebih banyak fokus di kegiatan fisik dan olahraga?
– Bekerja sendiri dan berkreasi?
Observasi anda akan membantu anda mengarahkan bidang apa yang akan dipelajari mereka di bangku kuliah.
Berdasarkan pengamatan tentang apa yang mereka sukai, bidang apa nilai mereka lebih bagus dan cita-cita yang ingin mereka capai, arahkan mereka ke jurusan yang akan mereka pilih.

Dont worry too much Jurusan itu bukan membuat mereka terpaku seumur hidup mereka , masih banyak kemungkinan bahwa mereka akan bekerja di bidang yang (seolah-olah ) tidak ada hubungannya.

Jadi paradigmanya bukanlah “saya akan menjadi insinyur kimia yang baik”, tetapi paradigma sekarang adalah, ”Saya akan belajar system and design thinking, dan saya menggunakan kasus-kasus di jurusan teknik kimia sebagai simulasi untuk memecahkan permasalahan !”

d). They have to Build the emotional and social intelligence

Sampaikan bahwa selain kuliah, mereka juga harus belajar tentang leadership dan teamwork.
Intinya bagaimana mengendalikan emosi sendiri dan bagaimana mereka memahami orang lain.
Hal ini bisa dipupuk dengan seringkali mengikuti kegiatan organisasi di kampus, senat, kegiatan kemahasiswaan, atau apapun yang membuat mereka berhubungan dengan orang-orang lain yang akan melatih social skills mereka.
Suatu saat nanti mereka akan mengerti bahwa kemampuan mereka dalam teamworking dan leadership ternyata akan sama pentingnya dengan kemampuan akademis mereka!

e). Tell them to build their agility

Last but not least, tell them to build agility, by learning something new every time.

Dunia akan berubah begitu cepat, mereka juga harus belajar dengan irama yang lebih cepat lagi.

Untuk melatih itu mereka harus selalu mempelajari sesuatu yang baru.
Apa yang bisa mereka pelajari?

Anything! Bahasa asing, memasak, berkuda, olahraga baru, menggambar, …etc.

It does not matter WHAT they learn. What matters is HOW they continuously stimulate their brain to learn something new and to pick up new knowledge/skills.
This will be very useful in the future.

Jadi ingat, untuk lebih mempersiapkan anak-anak anda untuk masa depan mereka, lakukan ke lima langkah di bawah ini :

a) Find their passion
b) Help them draw their dream
c) Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream
d) They have to Build the emotional and social intelligence
e) Tell them to build their agility

Salam hangat,
Pambudi Sunarsihanto

Kekuatan Pikiran, Keyakinan dan Ikhtiar yang Menakjubkan

Assalamualaikum Sahabat2 yang baik hati.

Ijin copas tulisan yang saya dapat dari WA Grup Alumni (dengan sedikit editing dan penekanan di sana sini)

Perhatian: Tulisan cukup panjang (atau bahkan sangat panjang) tapi enak dan perlu dibaca sampai tuntas agar mendapat pemahaman dan pencerahan yang 100% hehe.

Silakan menikmati, sambil nyeruput minuman hangat dan camilan kesukaan Anda. Monggo. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

.

Vonis Dokter : Umurku 4 bulan
(Self-healing. – Dr. Paulus)
Melatih metode napas 4-7-8

Kami sdg antri periksa kesehatan. Dokter yg kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh – berusia 70 an – spesialis penyakit.

“Silakan duduk,” sambut dr. Paulus.
Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yg sdg sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

Dok : “Apa yg dirasakan, Mas?”
Aku pun bercerita ttg apa yg kualami sejak 2013 hg saat ini. Mulai dr awal merasakan Sakit Maag, peristiwa2 Kram Perut, Ambruk berkali2, gejala & vonis Tipes, pengalaman Opname & Endoskopi, Derita GERD, hg ttg Radang Duodenum & Praktek tata Pola Mkn Food Combining yg kulakoni.
Sy : “Kl kram perutnya sdh enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku,“.
Tp sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual.
Kl telat mkn, maag kambuh.
Aplg stlh bbrp bln tata pola makan sy amburadul lg.”
Dok :“Tapi buat puasa kuat ya?”
Sy : “Kuat, Pak.”
Dok :“Org kl kuat puasa, hrsnya g bs kena maag!”

Aku terbengong, menunggu penjelasannya
Dok : “Asam lambung itu,” kt Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak. Kl otak bs mengendalikan persepsi, mk asam lambung itu akn nurut sendiri. Dan itu sdh biasa dilakukan oleh orang-orang puasa.”
Sy : “Maksudnya, Pak?”
Dok : “Org puasa ‘kan mlmnya wajib niat toch ?”
“Begini, Pak…
“Nah, niat itulah yg kemudian menjd kontrol otak atas asam lambung. Ktk situ sdh bertekad kuat besok mau puasa, besok ga mkn dr subuh smp maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Sensasi lapar mmg ada, nmnya jg puasa. Tp asam lambung tdk akn naik aplg smp parah.
Itu syaratnya kl mmg mlmnya sdh niat mantap. Kl cm di mulut bilang mau puasa tp hati ga mantap, ya tetap ga kuat.
Mknya niat itu jd kewajiban, ‘kan?”
Sy : “Iya, ya, Pak,” aku manggut2 nyengir.
Dok : “Manusia itu, Mas, scr ilmiah mmg punya tenaga cadangan hg 60 hari. Maksudnya, kl org sehat itu bs bertahan hidup tnp mkn dlm keadaan sadar slm 60 hr.
Mis puasa & buka, sahurnya cm minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya jg kuat.”

Aku melongo lagi.
Dok : “Mknya, dl raja-raja Jawa itu sblm jd raja, mrk tirakat dl.
Mis, puasa 40 hari. Bukanya cm minum air kali. Itu jaman dl ya, kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yg mmg kelihatan msh segar meski keriput penanda usia.

Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter pnuh dg rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul & penulisnya. Ia lgsg membuka satu halaman & menunjuk bbrp baris kalimat yg sdh distabilo hijau.
“Coba baca, Mas:
Mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang.
Jd kl situ memikirkan:
*Aach, kl telat mkn nanti asam lambung sy naik’, aplg brulang2 mengatakan & meyakininya, ya situ mengundang penyakit itu.
Mk benar kata orang itu bhw perkataan bisa jadi doa.
Nabi Musa itu, kl kerasa sakit, lgsg mensugesti diri: “Aach sembuh”. Ya sembuh.
_Orang2 debus itu ga merasa sakit saat diiris2 tanganny dg golok…. kan ? krn sdh bs mengendalikan pikiran.
Einstein yg nemuin bom atom itu konon cm 5 % pendayagunaan otaknya.
Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.

Sy : “Jd kl jadwal mkn sembarangan ga apa2 ya, Pak?”
Dok :“Nah, itu lain lagi.
Mkn hrs tetap teratur, ajeg, konsisten, agar menjg aktivitas asam lambung jg.
Mis, situ makan 3 x sehari, mk jarak antara sarapan & mkn siang buatlah sama dg jarak antara mkn siang & mkn mlm.
Mis, sarapan jam 6 pagi, mkn siang jam 12 siang, mkn mlm jam 6 petang. Kl siang, mis jam 11 situ rasanya ga sempat mkn siang jam 12, ya niatkan sj puasa smp sore. Jgn mengundur mkn siang ke jam 2 misalnya, ganti aja dg minum air putih yg banyak. Dg pola yg teratur, mk organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sdh bs dilakukan oleh org2 yg puasa dg waktu buka & sahurnya.”

“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.
Dok : “Tapi ya itu tadi. Yg lebih penting adlh pikiran situ, yakin gak apa2….. yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubuh utk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yg bekerja di dlm tubuh utk penyembuhan diri. Dan bisa diaktifkan scr optimal kl pikiran optimis.
Kl situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun & rentan sakit jg.”

Pak Paulus mengambil bbrp jilid buku lg, ttg ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, ttg enzim peremajaan, dan bbrp tema psiko-medis lain tulisan dokter2 Jepang & Mesir.

Dok : “Situ juga berkali2 divonis tipes ya?”
Sy : “Iya, Pak.”
Dok : “Itu salah kaprah.”
Sy : “Maksudnya?”
Dok : “Sekali org kena bakteri thypoid penyebab tipes, mk antibodi terhdp bakteri itu bs bertahan 2 thn. Shg selama 2 thn mestinya org tersbt ga kena tipes lg. Bagi org yg fisiknya kuat, bs smp 5 thn. Walaupun mmg dlm tes widal hasilnya positif, tp itu bukan tipes.

Jd selama ini banyak yg salah kaprah, setahun smp tipes 2 kali, aplg smp opname. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”

Sy : “Haah…???”
Dok : “Iya Mas. Klpun tipes, ga perlu dirawat di rumah sakit. Asalkan dia msh bs minum, ckp istirahat di rumah & minum obat tipes.
Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, sy anjurkan agar belasan pasien tipes yg ga mampu, ga punya asuransi, rawat jalan sj.
Yg penting tetep konsumsi obat dr sy, minum yg banyak, & tiap hari hrs cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut.
Itu dlm waktu maksimal 4 hari sdh pd sembuh. Sdgkan pasien yg dirawat inap, minimal baru bs pulang stlh 1 minggu, itupun masih lemas.”
Sy : “Tp ‘kan pasien harus Bed Rest, Pak?”
Dok : “Ya ‘kan bs di rumah.”
Sy : “Tp kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”
Dok : “Nah situ nggak yakin sih.
Sy yakinkan pasien bhw mrk bs sembuh. Asalkan mau nurut & berusaha spt yg sy sarankan itu. Lagi2 sy bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”

Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.
“Dulu,” lanjut Pak Paulus,
“Ada seorg wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito.
ga lama, ternyata payudara kirinya kena jg. Krn ga sgr lapor & dpt penanganan, kankernya merembet ke Paru2 & Jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.
Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”

Sy : “Lalu, Pak?” tanyaku antusias.
Dok :“Lalu dia kesini ketemu sy. Bukan minta obat atau apa.
Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, sy sdh divonis maksimal 4 bulan.
Pasien: Kira2 bs nggak kl diundur jd 6 bulan?’
Dok : Sy heran saat itu, sy tanya kenapa ?
Pasien : Dia bilang bhw 6 bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jd pengen ‘menyaksikan’ momen itu.”
Dok : “Ya sy jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu ga 100 %, wlpun prosentasenya smp 99 %,
tetap masih ada 1 % berupa kepasrahan kpd Tuhan yg bs mengalahkan vonis medis.
Dok : Sy bilang; sudah Bu, situ ga usah mikir bakal mati 4 bln lagi.
*Justru situ harus siap mental, bhw hari ini atau besok situ siap mati. Kapanpun mati, siap! *
Begitu, situ hrs pasrah kpd Tuhan, siap menghdp Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”
Sy : Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu. Kukira ia akn memotivasi si ibu agar semangat utk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun.

O iya, mules mual & berbagai sensasi ketidak nyamanan sudah tak kurasakan lagi.

Dok : “Dia mau nurut. Utk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan. Dia bilang sudah mantap, pasrah kpd Tuhan bhw dia siap.
Dia ga lg mengkhawatirkan penyakit itu, sdh sangat enjoy.
Nah, saat itu sy cm kasih 1 macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa mkn & punya energi utk melawan kankernya.
Setelah hampir 4 bulan, dia check-up lg ke Sardjito & disn dokter yg meriksa geleng2. Kankernya sdh berangsur2 hilang!”
Sy : “Orgnya masih hidup, Pak?”
Dok : “Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”
Sy : “Wah, wah, wah..”
Dok : “Kejadian itu jg yg menjadikan sy yakin ketika operasi jantung dulu.”
Sy : “Lhoh, njenengan pernah Pak?”
Dok : “Iya.
Dulu sy operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.
Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.
Saat itu sy yakin betul sembuh cepat. Mk dlm wkt 4 hari pasca operasi, sy sdh balik ke Jogja, bahkan dr bandara ke sini sy nyetir sendiri.
Pdhl umumnya minimal dua minggu baru bs pulang.
Org yg masuk operasi yg sama bareng sy baru bs pulang stlh dua bulan.(?)

Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dg mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke diri saya.
Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dg begitu drastis.
Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!

“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha.

Kisah dokter teman dr Paulus yang kena kanker divonis mati dalam 2 bulan

Dok : Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya,
“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.
Di sana dia kena kanker stad 4. Stlh divonis mati 2 bulan lagi, dia akhirnya pasrah & pasang mental siap mati kapanpun.
Hingga suatu hari dia jalan2 ke perpustakaan, dia baca2 buku tentang Afrika.
Lalu muncul rasa penasaran, kira2 gmn kasus kanker di Afrika.
Dia cari2 referensi ttg itu, ga ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorg dokter di Afrika Tengah.
Kawannya itu ga bs jawab.
Lalu dihubungkan lgsg ke Kementerian kesehatan sana.
Dr Kementerian, dia dpt jwban mengherankan, bhw di sana ga ada kasus kanker.
Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”
Pak Paulus jeda sejenak.
Sy : Aku masih menatapnya penuh penasaran jg, “Lanjut, Pak,” kataku.

Dok : “Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah.
Di sana dia meneliti kebiasaan hidup org2 pribumi. Apa yg dia temukan?
Org2 di sana mknnya sangat sehat.
Yaitu sayur2 an mentah, dilalap, ga dimasak.

Sepiring porsi mkn itu 3/4 nya sayuran, sisanya yg 1/4 utk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yg dimakan ditanam dg media yg organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan & sisa-sisa tumbuhan.

Jadi ya betul-betul sehat.
Ga spt kita, sdh pupuknya pakai yg berbahaya, eh pakai dimasak pula.
Bahkan beras merah & hitam yg sehat2 itu, kita ga mkn, kita jdkan pakan burung, ya jadinya burung itu yg sehat, kita yg sakit-sakitan.”

Sy : Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.

Dok : “Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.
Dia tinggal di sana selama 3 mingguan dan menjalani pola mkn spt orang2 Afrika itu.”
Sy : “Hasilnya, Pak?”
Dok : “Stlh 3 minggu, dia kembali ke Tennessee. Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dg cara alami.
Lalu bbrp bulan kemudian dia check-up medis lg utk periksa kankernya,”
Sy : “Sembuh, Pak?”
Dok : “Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang.
Kondisi fisiknya berangsur2 membaik. Ini bukti bhw keyakinan yg kuat, kepasrahan kpd Tuhan, itu energi yg luar biasa.
Apalagi ditambah dengan usaha yg logis & sesuai dg fitrah tubuh.
Mknya situ ga usah cemas, ga usah takut.”

Sy : Takjub, tentu saja.
Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dg pengalaman2 nya di dunia kedokteran, ttg kisah2 para pasien yg punya optimisme dan pasien yg pesimis.

Kisah Santri yang Kena Kanker sembuh setelah baca Al Quran 40 hari terus menerus

Aku jadi teringat kisah serupa yg menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.
Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yg bs berpindah2 benjolannya.
Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup 2 bulan.
Terkejut atas vonis ini, ia misuh2 di depan dokter saat itu.
Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.
Ia pun bertekad menyongsong maut dg percaya diri & ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.
Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)
Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tnp henti selama 40 hari penuh, kecuali utk memenuhi hajat & kewajiban primer.
Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dg membaca Al-Quran tnp henti.
Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yg skrg. Krn merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.
Hari ke 30, ia sering muntah2, keringatnya pun sdh begitu bau.
Bacin, mirip bangkai tikus, kenang narasumber yg menceritakan kisah ini padaku. Hari ke 35, tubuhnya sdh nampak lbh segar & ajaibnya; benjolan tumornya sdh hilang.
Selepas rampung riyadhoh 40 hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.
Pihak rumah sakit pun heran.
Penyakit pemuda itu sdh hilang, bersih & menunjukkan kondisi vital ya sangat sehat!

Aku pribadi sangat percaya bhw gelombang yg diciptakan oleh ritual ibadah bs mewujudkan energi positif bg fisik.
Khususnya energi penyembuhan bagi mrk yg sakit.
Mmg tdk mudah utk smp ke frekuensi itu, namun hrs sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.

Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.
_Tarik napas lewat hidung dalam2 selama 5 detik, kemudian tahan selama 3 detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan 7 kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.
Itu sangat efektif. Kl org pencak, ditahannya bs sampai 7 detik.
Tp kl utk kesehatan ya cukup 3 detik saja.”

Nah, anjuran yg ini sdh kupraktekkan sejak lama.
Meskipun dg tata laksana yg sedikit berbeda. Terutama utk mengatasi insomnia. Mmg ampuh.
Yakni metode 4-7-8
Ktk merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yg msh terganggu berbagai hal.
Mk pikiran perlu ditenangkan, yakni dg pernapasan.
Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.

*Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke 4, lalu tahan sampai detik ke 7, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke 8.
Ulangi sebanyak 4 smp 5 kali.*
Memang iya mata kita tdk lgsg terpejam ngantuk, tp pikiran menjadi rileks & bbrp menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap.
Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.

“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya,
“Jadi kalau situ sholat 2 menit saja dg khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat 1 jam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”
“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.

Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat drpd gelombang Beta yg terjadi pada waktu Isya atau Shubuh.
Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yg diminta, itulah yg diundang.
Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yg lagi kuat-kuatnya, mk sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”

Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala. Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.
Dok : “Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah utk meregenerasi sel2 yg rusak dg bantuan enzim tertentu, populer disbt dg enzim panjang umur.
Scr berkala sel2 baru terbentuk, dan yg lama dibuang.
Ketika pikiran kita positif utk sembuh, mk yg dibuang pun sel2 yg terkena penyakit.

Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dg baik bagi mrk yg sering merasakan lapar dlm 3-4 hari sekali.
Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.
Sy : “Puasa?”
Dok : “Ya!”
Sy : “Senin-Kamis?”
Dok : Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal._
Mknya org puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yg ampuh terhdp berbagai penyakit.”_

Lagi-lagi, aku manggut-manggut.
Tak asing dg teori ini.
Dok : “Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.

Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat, nggak usahlah.
Minum yang banyak, sehari2 liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.
Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”

Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.

“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.
Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.
Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”

Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru.

Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.

Hampir 1 jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yg tak biasa. Spt konsultasi dokter pribadi saja rasanya.
Pdhl saat keluar, kulihat masih ada 2 pasien lagi yg kelihatannya sdh begitu jengah menunggu.
“Yg penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.

Dan jujur saja, aku plg dlm keadaan bugar, sm sekali tak merasa mual, mules, dan yg lain2 nya.

Terima kasih Pak Paulus.
Kadipiro Yogyakarta, 2016
(Dari wordpress GUBUGREOT)

Self Sabotage

self sabotage
self sabotage

Ada satu kekuatan besar di alam semesta ini yang berada di antara Anda dan Apa pun yang Anda Impi atau Harapkan.

Tidak ada orang lain, kecuali Anda sendiri, yang bisa menaklukkan kekuatan itu. Dan lebih buruk lagi, Anda tidak pernah tahu “musuh” itu, karena ia amat lihai mentransformasikan dan menyamarkan dirinya ke dalam bentuk: teman dekat Anda, pasangan, keluarga dan orang2 dekat Anda yang lain.

Saat Anda sepenuhnya menyadari bahwa satu2 nya “musuh” itu adalah pikiran bawah sadar Anda yang menghalangi Anda untuk mendapatkan kelimpahan rezeki, kesehatan, keberkahan hidup, kebebasan atau kebahagiaan atau apa pun yang ingin Anda raih dalam hidup, maka Anda telah mengambil LANGKAH PERTAMA untuk menaklukkan “musuh” Anda

Apakah Anda termasuk yang merasa “belum sukses menggapai mimpi”?

Kalau ya, apakah Anda sudah mengambil “langkah pertama” untuk mewujudkan mimpi Anda?

Kalau belum yuk mulai cari tahu, dan lakukan sesuatu…

Cara Mudah dan Tepat Berantas Prostitusi

Assalamu’alaikum wr wb.,

Tahukah Anda Sahabat rahimakumullah, cara mudah dan tepat berantas prostitusi.

Gunakan hukum sebab-akibat atau hukum pasar.
Para pelacur itu ada dan tetap ada dan terus berkembang karena SELALU ADA konsumen setianya, yang tidak lain adalah para lelaki yang sedang tergelincir imannya.

Jadi kalau konsumennya dihilangkan sudah pasti produsennya tidak akan ada lagi.

Caranya? Karena negara kita bukan negara dg hukum Islam, ya paling bisa hukum konsumen itu seberat2nya.

Jadi kalau prostitusi masih merajalela, jangan salahkan wanita, salahkan para lelaki yang seharusnya jadi pemimpin itu.

Jangan buru dan gelandang para PSKnya saja, tapi buru juga dan gelandang para lelaki hidung belangnya, begitu seharusnya..

Bagaiman pendapat Anda semua?

Wassalamu’alaikum wr wb