Self Sabotage

self sabotage
self sabotage

Ada satu kekuatan besar di alam semesta ini yang berada di antara Anda dan Apa pun yang Anda Impi atau Harapkan.

Tidak ada orang lain, kecuali Anda sendiri, yang bisa menaklukkan kekuatan itu. Dan lebih buruk lagi, Anda tidak pernah tahu “musuh” itu, karena ia amat lihai mentransformasikan dan menyamarkan dirinya ke dalam bentuk: teman dekat Anda, pasangan, keluarga dan orang2 dekat Anda yang lain.

Saat Anda sepenuhnya menyadari bahwa satu2 nya “musuh” itu adalah pikiran bawah sadar Anda yang menghalangi Anda untuk mendapatkan kelimpahan rezeki, kesehatan, keberkahan hidup, kebebasan atau kebahagiaan atau apa pun yang ingin Anda raih dalam hidup, maka Anda telah mengambil LANGKAH PERTAMA untuk menaklukkan “musuh” Anda

Apakah Anda termasuk yang merasa “belum sukses menggapai mimpi”?

Kalau ya, apakah Anda sudah mengambil “langkah pertama” untuk mewujudkan mimpi Anda?

Kalau belum yuk mulai cari tahu, dan lakukan sesuatu…

Iklan

Cara Mudah dan Tepat Berantas Prostitusi

Assalamu’alaikum wr wb.,

Tahukah Anda Sahabat rahimakumullah, cara mudah dan tepat berantas prostitusi.

Gunakan hukum sebab-akibat atau hukum pasar.
Para pelacur itu ada dan tetap ada dan terus berkembang karena SELALU ADA konsumen setianya, yang tidak lain adalah para lelaki yang sedang tergelincir imannya.

Jadi kalau konsumennya dihilangkan sudah pasti produsennya tidak akan ada lagi.

Caranya? Karena negara kita bukan negara dg hukum Islam, ya paling bisa hukum konsumen itu seberat2nya.

Jadi kalau prostitusi masih merajalela, jangan salahkan wanita, salahkan para lelaki yang seharusnya jadi pemimpin itu.

Jangan buru dan gelandang para PSKnya saja, tapi buru juga dan gelandang para lelaki hidung belangnya, begitu seharusnya..

Bagaiman pendapat Anda semua?

Wassalamu’alaikum wr wb

Persaudaraan di Antara Muslim itu adalah…

Ukhuwah dibangun di atas cinta dan kasih sayang

Ikhwah fillah,
Ukhuwah dalam berjamaah ini harus dibangun di atas cinta, di atas kasih sayang. Dalam bahasa Al-Qur’an disebut “ruhamaa’u bainahum” saling berkasih sayang dengan sesama mereka. Dengan ukhuwah yang dilandasi cinta inilah, orang mukmin dicemburui oleh nabi dan syuhada’; meskipun mereka bukan nabi dan buka syuhada’.

إن من عباد الله عبادا ليسوا بأنبياء يغبطهم الأنبياء والشهداء قيل : من هم لعلنا نحبهم ؟ قال : هم قوم تحابوا بنور الله من غير أرحام ولا انتساب وجوههم نور على منابر من نور لا يخافون إذا خاف الناس ولا يحزنون إذا حزن الناس ثم قرأ : { ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون
“Sesungguhnya, di kalangan hamba-hamba Allah ada beberapa orang yang bukan para nabi dan bukan syuhada, tetapi para nabi dan syuhada menginginkan kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepada kami, siapakah mereka itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Mereka adalah orang yang saling mencintai karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan diantara mereka. Juga bukan karena harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, wajah-wajah mereka adalah (seperti) cahaya dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut tatkala manusia ketakutan dan tidak bersedih hati tatkala manusia bersedih hati.” Kemudian Rasulullah SAW membaca (ayat), “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Yunus : 62) (HR. Ahmad)

Ukhuwah yang dibangun di atas cinta kepada Allah ini juga mendatangkan cinta-Nya. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ meriwayatkan sebuah hadits qudsi:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ
Allah SWT berfirman, “Kecintaan-Ku akan didapat oleh orang-orang yang saling mencintai dan saling (menemani) duduk karena Aku, saling berkunjung karena Aku, serta saling memberi karena Aku.” (Al-Muwatha’)

Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِى قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ. قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
Ada seseorang berkunjung kepada saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk menghadang perjalanannya. Malaikat bertanya saat bertemu dengan orang tersebut, “Hendak ke manakah kamu?” Orang itu menjawab, “Aku mau ke (tempat) seorang saudaraku di kampung ini.” Malaikat bertanya, “Apakah ada kenikmatan yang ingin kamu dapatkan darinya?” Ia menjawab, “Tidak, (aku berkunjung kepadanya karena) aku mencintainya karena Allah SWT.” Malaikat berkata, “Sesungguhnya, aku ini utusan Allah kepadamu (untuk mengabarkan), bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu karena kamu mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Muslim)

Dengan dilandasi cinta, ukhuwah akan mendorong kaki kita melangkah silaturahim ke saudara kita. Terlebih ketika ia ada masalah atau terlihat mulai kendor tarbiyahnya. Dengan dilandasi cinta, ukhuwah akan menggerakkan lisan kita untuk mengingatkannya saat ia melakukan kekeliruan. Dengan dilandasi cinta, ukhuwah akan membawa diri kita untuk selalu mendoakan saudara-saudara kita; agar ikatan dakwah ini kekal dan agar segala problemnya mendapatkan solusi dari Allah.

 

Sumber: abatasa http://m.mahira.abatasa.co.id/post/detail/8333/ukhuwah-dalam-berjamarsquo;ah

Cukup dan Kurang

Jika kita senantiasa berterimakasih dan mensyukuri apa yang kita “miliki” dan dapatkan, maka kita akan senantiasa merasa cukup dan berkelimpahan.

Jika kita senantiasa mengeluh dan meratapi apa yang belum kita “miliki” dan dapatkan, maka kita akan senantiasa merasa kekurangan, berapa banyak pun yang sudah kita “miliki” dan dapatkan.

Mari kita belajar menjadi pribadi yang pandai berterima kasih dan bersyukur.

Semoga kita semua sukses, bahagia dan dikaruniai hidup yang penuh berkah. Amin

bahagia